Apakah Anda termasuk orang yang menyukai suasana rumah yang feminine, lembut, ada sentuhan vintage tetapi tidak tampak kuno? Jika iya, mungkin Anda dapat mempertimbangkan gaya interior shabby chic. Perpaduan antara kenyamanan rumah pedesaan Eropa dengan kesan klasik serta warna-warna pastel tentunya akan mencuri hati Anda seketika.
Nah, interior yang satu ini juga menggunakan furniture dengan gaya worn out atau tampak usang tapi tidak kusam. Justru tampak elegan dan timeless. Meskipun pernah populer di tahun 1980-an, tetapi gaya ini masih digemari sampai saat ini.
Melalui artikel ini, Anda akan diajak menilik kembali asal-usul, karakteristik, sampai elemen desain yang tepat. So, without any further ado, let’s check these out!
Asal-usul Gaya Shabby Chic

Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, awal kemunculan desain shabby chic ada di sekitar 1980-an awal. Orang yang mempopulerkan desain ini adalah Rachel Ashwell. Desainer yang satu ini menggambarkan interior rumah dengan gaya pedesaan Inggris yang penuh dengan furniture tua, warna-warna pastel, serta kain yang bertekstur lembut.
Secara harfiah, shabby berarti lusuh atau usang, sedangkan chic berarti menawan atau anggun. Sehingga, shabby chic bisa dimaknai dengan “keanggunan yang berasal dari keusangan”. Wah, menarik sekali, bukan?
Gaya ini dimunculkan untuk memberikan kontradiksi pada desain interior yang tampak kaku dan modern pada masa itu. Sehingga, shabby chic dianggap bisa mengembalikan suasana homey, lembut, serta penuh dengan kenangan.
Sampai saat ini pun, desain interior shabby chic masih sangat digemari dan cukup ikonik. Terlebih untuk orang-orang yang menyukai nuansa klasik tanpa terlihat kuno dan usang. Bahkan, sering juga diterapkan pada ruang tamu estetik.
Ciri Khas Desain Shabby Chic

Jika dilihat sekilas pandang, shabby chic ini sebenarnya tergolong desain yang cukup mudah dikenali. Meskipun ada kemiripan dengan vintage style, tetapi, ada karakter khusus yang lebih romantis dan lembut. Beberapa elemen khas pada desain ini meliputi:
- Furniture dengan gaya antik: biasanya berupa kayu solid dengan finishing distressed paint, yakni cat yang dibuat mengelupas agar menciptakan kesan kuno. Kemudian, ada juga meja rias klasik, lemari kayu, serta kursi French country.
- Warna pastel: desain ini didominasi dengan warna yang soft seperti krem, gading, dusty pink, biru muda, serta abu muda. Dengan pemilihan warna tersebut akan membuat ruangan jadi tampak luas serta terang.
- Pencahayaan natural: diutamakan untuk menggunakan cahaya alami dari jendela besar. Untuk mencegahnya terlalu terang, maka bisa ditambahkan dengan tirai tipis. Sehingga, bisa memberikan efek lembut dan hangat serta dapat memperkuat kesan damai yang dibangun oleh interior ini.
- Penambahan aksesoris sentimental: contohnya seperti vas bunga kuno, jam dinding antik, pigura foto tua, serta lampu meja vintage.
- Motif floral dan lace: penggunaan motif bunga kecil, renda, serta tekstur yang lembut kerap diterapkan pada sarung bantal, curtain, serta taplak meja. Dengan adanya motif ini makan kesan feminine khas shabby chic akan sangat terasa.
Kelebihan dari Gaya Interior Shabby Chic

Tak heran jika banyak orang yang menyukai interior shabby chic minimalis. Bukan hanya karena tampilan yang cantik saja, tapi ada nuansa yang tidak bisa digantikan oleh desain interior yang lain. Berikut ulasan selengkapnya:
- Nuansa tenang: bagi banyak orang, rumah adalah tempat melepaskan penat setelah beraktivitas seharian. Maka dari itu, rumah dengan nuansa tenang memang selalu didambakan. Dengan material natural dan warna yang lembut, shabby chic bisa jadi pilihan untuk yang ingin healing setiap hari.
- Fleksibel: shabby chic juga bisa dipadukan dengan berbagai macam gaya seperti Scandinavian atau modern minimalis. Sehingga, desain yang dihasilkan tidak monoton dan cukup unik.
- Budget-friendly: untuk kaum mendang-mending, gaya ini sangat cocok diterapkan. Soalnya, Anda bisa membuat elemen dari hasil DIY atau upcycling barang lama. Seperti kursi kayu tua yang dapat dicat ulang menggunakan teknik distressed yang hasilnya bisa langsung jadi statement piece.
- Timeless: meskipun berasal dari gaya vintage, tetapi shabby chic tidak akan lekang oleh waktu karena memiliki kehangatan dan kesederhanaan yang tidak tergantikan.
Tips Interior Shabby Chic Agar Tampak Ciamik

Supaya tetap tampak sebagaimana konsep aslinya, maka Anda bisa menerapkan beberapa tips praktis yang mudah dilakukan, berikut ulasannya:
- Pilih warna dasar yang tepat: gunakan warna netral dan terang seperti abu muda, krem, dan putih gading. Warna ini bisa diibaratkan sebagai kanvas untuk kemudian memainkan tekstur dan dekorasinya.
- Menggunakan kain lembut pada beberapa dekorasi seperti taplak renda, gorden tipis, sarung bantal bermotif floral.
- Pilih furniture klasik: beberapa furniture yang direkomendasikan adalah meja bundar kayu, kursi dengan gaya Louis XV, lemari kaca dengan kaki melengkung.
- Jangan lupa tambahkan sentuhan personal: beberapa benda bersejarah yang bisa Anda masukkan adalah jam tua, bingkai foto keluarga, serta vas bunga kesayangan. Shabby chic bukan hanya apa yang tampak secara visual tetapi juga tentang cerita dan kepribadian.
Penutup
Dengan keunikan dan keistimewaannya, tak heran jika shabby chic jadi salah satu desain yang tidak lekang oleh waktu. Nah, jika Anda ingin menerapkannya di rumah, maka pastikan untuk mendapatkan berbagai dekorasinya di Verata Interior.
Tak hanya menjadi toko karpet Jogja terkemuka, tetapi, Verata Interior juga menyediakan aneka macam perlengkapan interior yang komplit. Jadi, bisa diterapkan pada rumah dengan desain shabby chic ataupun desain keren lainnya.
Yuk, segera cek berbagai produknya sekarang juga! Atau, bisa langsung bertanya ketersediaan produk melalui WhatsApp chat di pojok kanan bawah laman ini!



