7 Cara Memasang Wallpaper Dinding Sendiri yang Rapi dan Anti Gagal

Pemasangan wallpaper, Sumber: realsimple.com

Bagi sebagian orang, memasang wallpaper sendiri memang menjadi perkara yang cukup menantang. Banyak yang khawatir sambungan motif terlihat berantakan, lembaran miring, atau muncul gelembung udara.

Padahal, memahami cara memasang wallpaper tidak sesulit yang dibayangkan jika Anda mengetahui triknya. Pemasangan wallpaper dinding bukan sekadar soal keahlian tangan, melainkan persiapan permukaan serta ketelatenan.

Melalui panduan ini, Anda akan mempelajari cara memasang wallpaper dinding dengan tepat dari tahap persiapan hingga finishing. Yuk, simak tips lengkapnya di bawah ini!

Panduan Cara Memasang Wallpaper Dinding Sendiri Dijamin Rapi

Tips memasang wallpaper dinding sendiri, Sumber: wallmantra.com
Tips memasang wallpaper dinding sendiri, Sumber: wallmantra.com

Menerapkan teknik yang benar akan meminimalkan risiko kegagalan saat renovasi mandiri. Dinding ruangan Anda pun akan tampil menawan dan estetik layaknya konsep desain interior rustic yang hangat.

1. Memahami Jenis Wallpaper Terlebih Dahulu

Langkah awal dalam cara memasang wallpaper adalah mengenali jenis bahannya. Di toko wallpaper Jogja, Anda akan menemukan banyak material seperti vinyl, paper, hingga kain tekstil.

Setiap bahan memiliki karakteristik yang menuntut perlakuan berbeda saat dipasang. Contohnya, wallpaper vinyl membutuhkan permukaan dinding yang benar-benar rata tanpa gelombang.

Sedangkan jenis wallpaper kertas butuh kehati-hatian ekstra agar tidak mudah robek saat terkena lem. Berbeda dengan material non-woven yang jauh lebih stabil serta tidak mudah melar.

2. Cek dan Persiapkan Kondisi Dinding

Kondisi dinding, Sumber: mitrarenov.com
Kondisi dinding, Sumber: mitrarenov.com

Kunci keberhasilan cara memasang wallpaper dinding sangat bergantung pada kesiapan permukaan tembok. Wallpaper motif terbaik sekalipun akan terlihat buruk jika diaplikasikan pada dinding yang bermasalah.

Pastikan dinding terbebas dari minyak, debu, dan serpihan cat yang mengelupas. Dinding lembap berisiko memicu jamur, sementara dinding kotor membuat daya rekat lem menurun.

Jika terdapat retakan atau permukaan tidak rata, lakukan plamir tipis dan pengamplasan terlebih dahulu. Dinding yang rapi sangat penting untuk menciptakan kesan luas, terutama pada hunian terbatas seperti desain interior apartemen studio.

3. Lakukan Pengukuran dengan Cermat

Sebelum memotong lembaran, ukur seluruh bidang dinding secara teliti. Jangan hanya menghitung tinggi dinding tanpa memperhitungkan pola sambungan motif dan batas lebihan.

Ukur tinggi dinding dari lantai ke plafon, kemudian tambahkan beberapa sentimeter sebagai toleransi cadangan. Toleransi ini berguna jika sudut ruangan tidak sepenuhnya siku atau rata.

Untuk motif berulang yang besar, perhitungan harus lebih teliti agar motif saling mengunci secara simetris. Pengukuran tepat akan mencegah pemborosan akibat salah potong lembaran.

4. Gunakan Garis Bantu Vertikal Sebagai Acuan

Banyak orang memasang lembaran pertama berpatokan pada sudut dinding. Padahal, sudut dinding sering kali miring sehingga lembaran berikutnya ikut miring.

Gunakan bantuan alat waterpass atau benang berbobot untuk membuat garis vertikal lurus. Garis ini menjadi panduan lembar pertama agar terpasang tegak lurus sempurna.

Jika lembar pertama terpasang dengan lurus, pemasangan lembar-lembar berikutnya akan jauh lebih mudah diposisikan.

5. Terapkan Teknik Mengoles Lem dengan Benar

Lem wallpaper dinding, Sumber: shopee.co.id
Lem wallpaper dinding, Sumber: shopee.co.id

Pengolesan lem tidak boleh dilakukan sembarangan agar hasil akhir menempel kuat dan rapi. Lem yang terlalu tipis mudah lepas, sedangkan lem berlebih dapat merembes keluar dan menodai permukaan.

Oleskan lem secara merata memakai kuas rol khusus tanpa meninggalkan gumpalan. Pada beberapa jenis bahan, lem diaplikasikan langsung ke dinding, sementara jenis lain dioleskan di belakang wallpaper.

Pastikan metode pengeleman disesuaikan dengan instruksi pabrikan wallpaper yang Anda gunakan. Hal ini memastikan lem bekerja optimal tanpa merusak serat material.

6. Praktikkan Cara Menempelkan Wallpaper Dinding dari Atas ke Bawah

Langkah penting dalam cara menempelkan wallpaper dinding adalah memulai dari atas menuju ke bawah. Menempel dari atas memudahkan Anda menjaga kelurusan serta mencegah risiko kusut.

Gunakan kape plastik atau sikat halus untuk menekan wallpaper dari area tengah ke arah pinggir luar. Gerakan ini efektif mendorong keluar gelembung udara selagi lem masih basah.

Hindari menekan terlalu kuat agar bahan wallpaper tidak melar atau tergores. Berikan tekanan secukupnya hingga seluruh permukaan merekat dengan kokoh.

7. Perhatikan Detail Sambungan Antar Lembar

Sambungan antar lembar wallpaper, Sumber: dunelm.com
Sambungan antar lembar wallpaper, Sumber: dunelm.com

Bagian yang paling sering terlihat gagal saat memasang sendiri adalah area sambungan antar lembar. Celah kecil atau pola yang meleset dapat merusak tampilan visual dinding ruangan secara keseluruhan.

Pastikan motif, seperti pada varian wallpaper motif bunga, saling mengunci sebelum Anda menempelkan tepi sambungan secara permanen.

Hindari menarik kertas secara paksa untuk menyamakan motif karena wallpaper dapat menyusut kembali saat kering. Anda juga dapat memadukan keindahan dinding baru dengan membaca tips menentukan panjang gorden agar ruangan tampak semakin proporsional.

Mempraktikkan cara memasang wallpaper secara mandiri terbukti tidak sulit jika dilakukan dengan metode yang tepat. Kunci utamanya adalah ketelitian pada setiap tahap pengerjaan.

Agar hasil dekorasi ruangan tahan lama dan elegan, selalu gunakan produk wallpaper berkualitas tinggi. Verata Interior menyediakan berbagai macam pilihan wallpaper bermutu dengan ragam motif terkini. Kunjungi laman utama Verata Interior untuk menemukan motif terbaik bagi rumah impian Anda!