8 Tips Desain Dapur Vintage untuk Rumah Minimalis, Cantik Tanpa Terlihat Berlebihan

Dapur vintage minimalis, Sumber: apartmenttherapy.info

Membangun desain dapur vintage itu bisa dibilang tricky. Jika ada kesalahan, bisa tampak seperti dapur nenek di tahun 80-an. Bukannya estetik, tapi malah terlihat kuno dan norak. Anda tidak boleh memasukkan terlalu banyak ornamen karena bisa menjadi sesak. Selain itu, terlalu banyak warna juga bisa tampak kurang luwes.

Namun, dapur vintage akan tampak fresh dan estetik jika desainnya tepat. Apalagi jika dikonsepkan pada rumah minimalis. Pastinya, desain ini akan menimbulkan efek yang hangat dan tidak terlalu kaku seperti dapur full modern yang steril secara berlebihan.

Jika Anda ingin menerapkan konsep vintage pada dapur rumah minimalis, maka ikuti referensi di bawah ini!

Tips Desain Dapur Vintage untuk Rumah Minimalis

Tips desain dapur vintage minimalis, Sumber: mydomaine.com
Tips desain dapur vintage minimalis, Sumber: mydomaine.com

Ingin dapur Anda menerapkan konsep vintage tanpa terlihat kuno? Yuk, simak referensi penataan, pemilihan perabot, hingga pemilihan warna. Berikut rangkumannya:

1. Pahami Konsep Vintage pada Desain Minimalis

Sebelum masuk ke penjelasan secara teknis, Anda harus memegang prinsip vintage terlebih dahulu. Di suatu ruangan, vintage adalah aksen emosional. Sedangkan minimalis adalah struktur utama dari ruangan tersebut.

Dari sini, yang perlu Anda pahami adalah layout ruangan dapur harus tetap simple. Sedangkan konsep vintage itu bisa dibilang hanya menempel pada elemen tertentu di dalam ruangan, bukannya di seluruh sudut.

2. Penataan Ruang Dapur Vintage

Penataan ruang pada dapur vintage modern minimalis bisa menggunakan beberapa model. Misalnya layout lurus atau single wall yang aman dan tidak membuat ruangan jadi terlihat penuh. Bisa juga memilih layout L yang cocok untuk dapur yang menyatu dengan ruang makan.

Anda bisa memasukkan unsur vintage pada beberapa poin seperti lampu, rak terbuka, handle, atau front kabinet. Yang perlu Anda hindari dalam penataan ruangan adalah rak yang terlalu banyak dan island besar.

3. Palet Warna: Pilih Satu Warna Dominan

Warna yang dominan, Sumber: panararmer.co.uk
Warna yang dominan, Sumber: panararmer.co.uk

Kesalahan yang paling umum diterapkan pada dapur vintage adalah terlalu banyak warna. Padahal, vintage bukan berarti warna ngejreng. Namun, lebih baik menggunakan palet yang aman seperti abu hangat, olive pucat, putih tulang, broken white, atau cream kekuningan.

Jika terlihat kurang bervariasi, maka Anda bisa menggunakan satu warna dominan dan sisanya menggunakan warna netral. Misalnya dengan memilih kabinet sage green dengan top table kayu terang dan dinding putih.

Hal yang perlu dihindari adalah pemilihan warna yang terlalu kontras seperti cokelat dipadukan dengan hijau dan kuning. Lebih parah lagi jika ditambah dengan motif bunga. Inilah yang disebut dengan overload visual yang membuat mata lebih capek.

4. Material dengan Tekstur

Desain vintage tidak dibentuk dari ornamen yang berlebihan, melainkan dari tekstur. Maka dari itu, Anda direkomendasikan untuk menggunakan material seperti keramik dapur vintage dengan finishing matte, kayu solid atau veneer kayu, besi dengan finishing doff, atau terrazzo halus.

Material yang perlu dihindari adalah yang terlalu gelap yang akan membuat dapur jadi tampak sempit. Selain itu, jangan memasukkan material dengan finishing glossy yang berlebihan karena bisa menghilangkan kesan vintage.

5. Pemilihan Kabinet dan Perabot yang Simple dengan Vintage Detail

Dalam pemilihan kabinet, sebaiknya pertimbangkan yang memiliki bentuk kotak, lurus, dan clean. Hindari pemilihan kabinet dengan banyak ukiran. Anda justru bisa memasukkan unsur vintage pada engsel yang terlihat, handle dari kuningan, serta frame pintu kabinet yang tipis.

Sedangkan untuk perabot bisa menggunakan kursi dengan model lama, meja makan kecil dengan kaki yang ramping, serta rak dinding yang sederhana. Vintage bukan berarti memasukkan perabot aneh dan unik, tetapi memasukkan detail kecil yang konsisten.

6. Pencahayaan yang Hangat

Pencahayaan yang hangat, Sumber: pinterest.com
Pencahayaan yang hangat, Sumber: pinterest.com

Jika tidak menempatkan pencahayaan yang tepat, maka ruangan akan terlihat suram. Maka dari itu, Anda direkomendasikan untuk menggunakan dua jenis pencahayaan yakni general lighting sebagai lampu utama dan task lighting pada area kerja.

Warna cahayanya bisa menggunakan warm white 3000-4000K. Sebaiknya jangan memilih warna cahaya yang kuning pekat yang justru akan membuat dapur jadi tampak kusam. Model yang cocok adalah lampu vintage gantung sederhana dengan kap lampu enamel dan bentuk klasik tanpa tambahan ornamen yang berlebihan.

7. Dinding dan Backsplash dengan Pola Minimalis

Pada dapur vintage, backsplash adalah fokus utamanya. Agar terlihat luwes, Anda bisa memilih keramik motif kecil dan subway tile matte. Sedangkan warnanya bisa netral dengan penambahan tekstur. Backsplash motif bisa diterapkan pada dinding polos. Lain halnya dengan dinding berwarna yang bisa dipadukan dengan backsplash yang simple.

8. Penambahan Sedikit Aksesoris

Gorden minimalis, Sumber: amazon.com
Gorden minimalis, Sumber: amazon.com

Desain vintage memang identik dengan aksesori, tetapi supaya tidak terlihat berlebihan, Anda bisa menempatkan sedikit saja asalkan kualitasnya oke. Beberapa aksesoris yang bisa Anda pertimbangkan seperti talenan kayu, model gorden minimalis, jam dinding klasik, botol kaca, atau tanaman hias kecil.

Beberapa aksesoris yang sebaiknya Anda hindari seperti hiasan gantung berlebihan, pajangan tulisan yang lebay, serta aksesoris tanpa fungsi.

Dapur vintage itu bukan yang desainnya paling kelihatan kuno. Namun, harus pertimbangkan juga kenyamanan visual, tenang saat dilihat, serta tidak bikin sumpek. Perpaduan antara minimalis dan vintage akan membuat dapur tampak rapi tetapi “hidup”. Keseimbangan ini akan membuat dapur jadi tampak cantik tanpa berlebihan.

Nah, jika Anda membutuhkan aksesori atau perabotan yang mendukung konsep vintage di dapur, silahkan lihat koleksi Verata Interior di laman ini. Verata Interior bukan hanya toko karpet Jogja biasa, melainkan juga menyediakan berbagai kebutuhan interior di berbagai ruangan. Yuk, segera klik ikon WhatsApp di pojok kanan bawah laman ini untuk berkonsultasi!