Bagi sebagian orang, memasang wallpaper sendiri memang menjadi perkara yang sulit. Mereka akan terbayang dengan sambungan yang terlihat jelas, hasil miring, gelembung udara yang ada di berbagai area, sampai motif yang jadi tidak jelas.
Padahal, sebetulnya, memasang wallpaper sendiri tidak sesulit itu jika Anda mengetahui tips dan triknya. Memasang wallpaper bukan hanya tentang keahlian tangan saja. Namun, juga terkait dengan pemahaman material, persiapan yang tepat, serta ketelatenan.
Melalui artikel ini, Anda akan diberitahu apa saja tips memasang wallpaper yang benar. Mulai dari tahap persiapan sampai finishing. Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!
Tips Memasang Wallpaper Sendiri Dijamin Rapi

Kalau Anda mengikuti tips di bawah ini, pastinya risiko kegagalan akan semakin mengecil. Wallpaper yang terpasang akan lebih rapi dengan motif yang jelas.
1. Memahami Jenis Wallpaper Terlebih Dahulu
Memasang wallpaper bisa dibilang susah-susah gampang. Jika Anda tahu triknya, maka pemasangan akan terlihat rapi. Kesalahan paling umum yang terjadi adalah salah memahami jenis wallpaper. Pasalnya, di toko wallpaper Jogja, terdapat berbagai jenis material wallpaper. Mulai dari non-woven, vinyl, hingga tekstil.
Setiap jenis memiliki beragam karakteristik berbeda sehingga cara pemasangannya pun berbeda. Pada wallpaper vinyl, butuh permukaan dinding yang betul-betul rata. Jika ada sedikit gelombang pada tembok, maka hasilnya tidak akan sempurna.
Sedangkan pada wallpaper kertas yang ringan dan tipis, butuh ketelatenan dan ketelitian lebih. Sebab, salah teknik bisa menyebabkan wallpaper jadi sobek dan mengerut. Lain halnya dengan wallpaper non-woven yang cukup mudah pemasangannya karena stabil ketika ditempel dan tidak mudah melar.
2. Cek Kondisi Dinding

Pemasangan wallpaper harus didasari dengan kondisi dinding yang baik. Wallpaper yang sangat bagus pun tidak akan bisa mengatasi kondisi dinding yang tidak siap. Wallpaper justru bisa terlihat buruk jika kondisi dindingnya tidak mendukung.
Untuk itu, pastikan dinding bersih dari minyak, debu, serta sisa cat yang mengelupas. Dinding yang lembab akan membuat wallpaper jadi lekas berjamur. Sedangkan pada dinding kotor akan membuat lem tidak akan menempel dengan baik.
Biasanya, wallpaper juga tidak akan bisa menyamarkan tembok dengan retak besar atau tembok. Jika kondisi tembok Anda cukup parah, pastikan untuk melakukan pengamplasan ringan atau plamir tipis agar permukaan jadi lebih rata.
3. Lakukan Pengukuran
Sebelum menempel, pastikan Anda mengukur wallpaper terlebih dahulu. Banyak orang yang hanya mengukur tinggi dinding saja, tetapi tidak memperhitungkan sambungan motif serta toleransi potongan. Untuk itu, cara yang paling tepat adalah mengukur tinggi dinding dari lantai sampai plafon. Kemudian tambahkan beberapa cm untuk cadangan.
Cadangan berfungsi untuk mengantisipasi area dinding yang tidak lurus sempurna. Sedangkan pada wallpaper dengan motif besar-besar, harus melakukan perhitungan dengan lebih detail karena motif harus disambung secara presisi. Pastikan Anda mengukur wallpaper agar sesuai dengan dinding sebelum memasang untuk menghindari pemborosan karena membeli ulang karena salah potong.
4. Acuannya Adalah Motif
Banyak orang yang melakukan pemasangan wallpaper berdasarkan area pinggir dinding. Padahal, kerap kali bagian sudut dinding tidak lurus. Sehingga, wallpaper kemungkinan besar akan terlihat miring. Untuk itu, Anda perlu menggunakan garis bantu vertikal untuk acuan awal.
Garis tersebut akan jadi patokan pada pemasangan lembar pertama. Jika lembar pertama pemasangannya sudah lurus, maka lembar selanjutnya akan lebih mudah mengikutinya.
5. Lakukan Teknik Mengoles Lem dengan Benar

Pengolesan lem juga tidak boleh dilakukan secara serampangan untuk mendapatkan hasil wallpaper yang cantik. Jika Anda mengoleskan terlalu sedikit lem, maka akan membuat wallpaper jadi lebih mudah lepas. Sedangkan terlalu banyak akan membuat gelembung dan noda pada wallpaper.
Mengoleskan lem juga harus benar-benar rata dan hindari menumpuk di satu bagian saja. Pada jenis wallpaper khusus, lem tidak boleh dioleskan pada wallpaper, melainkan pada dinding. Sedangkan pada jenis yang lain, lem dioleskan pada bagian belakang wallpaper, lalu tunggu beberapa saat sampai material jadi lebih lentur.
Pastikan dalam pengolesan lem mengikuti jenis wallpapernya. Jangan gunakan satu teknik pada jenis wallpaper yang berbeda.
6. Menempel dari Atas ke Bawah
Cara menempelkan wallpaper bukan dari bawah ke atas, tetapi sebaliknya. Menempel dari atas akan memudahkan Anda dalam mengontrol kelurusan. Selain itu, bisa juga untuk meminimalisasi risiko adanya lipatan.
Selanjutnya, Anda tekan wallpaper perlahan dari tengah ke arah samping agar udara bisa keluar. Sebaiknya Anda tidak langsung menekannya keras-keras karena wallpaper butuh menyesuaikan diri dengan dinding. Apabila terdapat gelembung kecil, maka Anda bisa langsung mengarahkannya keluar selama lem masih dalam keadaan basah.
7. Perhatikan Area Sambungan

Bagian yang paling mungkin terlihat gagal adalah pada area sambungan. Bisa jadi, motif tidak akan bertemu dengan baik. Selain itu, adanya celah kecil juga sangat mempengaruhi keseluruhan ruangan.
Untuk itu, Anda perlu memperhatikan kesatuan motif pada sambungan. Pastikan agar wallpaper motif bunga dapat bertemu secara presisi, setelah itu, baru bisa meratakannya ke seluruh permukaan.
Jangan menarik wallpaper terlalu keras untuk menyamakan sambungan. Sebab, wallpaper akan melar dan bisa menyusut ketika kering. Sehingga, akan ada celah yang mengganggu estetika.
Memasang wallpaper sendiri bukan hanya soal bakat, tetapi metode yang digunakan. Dengan mengikuti tips di atas, Anda bisa terbebas dari perasaan takut pemasangan tidak presisi dan hasilnya mengecewakan.
Selain dari metode pemasangan, Anda juga harus mempertimbangkan kualitas wallpaper agar hasilnya sempurna. Nah, wallpaper terbaik bisa Anda dapatkan di Verata Interior. Toko aneka ragam interior rumah ini menyediakan wallpaper dengan motif yang bervariasi. Pastinya, dengan kualitas terbaik sesuai kebutuhan Anda. Yuk, cek segera koleksinya di laman utama website ini!



